Ringkasnya: "gratis ongkir" bukan berarti seller harus menanggung seluruh ongkir. Kuncinya: beri syarat minimum belanja, batasi wilayah, sisipkan sebagian ongkir ke harga, dan tekan biaya ongkir aslinya lewat harga agen yang lebih murah.
Label gratis ongkir terbukti menaikkan konversi. Pembeli lebih mudah memutuskan ketika total yang dibayar tidak "bertambah" di halaman checkout. Masalahnya, kalau dilakukan sembarangan, promo ini bisa menghabiskan margin.
Empat strategi gratis ongkir yang aman
1. Minimum belanja
Berikan gratis ongkir hanya untuk belanja di atas nominal tertentu. Selain melindungi margin, cara ini mendorong pembeli menambah barang ke keranjang.
2. Batas wilayah
Ongkir ke dalam kota atau satu pulau jauh lebih murah dibanding antar pulau. Gratiskan untuk wilayah terdekat, dan beri potongan ongkir (bukan gratis penuh) untuk wilayah jauh.
3. Subsidi sebagian
Alih-alih gratis penuh, tawarkan "potongan ongkir hingga Rp10.000". Pembeli tetap merasa untung, dan biayamu terkendali.
4. Sisipkan sebagian ke harga produk
Naikkan harga produk sedikit untuk menutup sebagian ongkir rata-rata. Lakukan dengan wajar agar harga tetap bersaing.
Hitung dulu sebelum promo
Gunakan rata-rata ongkir dari data pesanan bulan lalu, bukan tebakan. Kalau ongkir rata-ratamu Rp12.000 dan margin produk Rp20.000, gratis ongkir penuh berarti marginmu tinggal Rp8.000 per pesanan. Dengan diskon ongkir, beban itu bisa jauh berkurang.
Turunkan biaya ongkir aslinya
Strategi apa pun akan lebih ringan bila ongkir yang kamu bayar ke ekspedisi lebih murah. Dengan harga agen, bandingkan kurir untuk setiap pesanan, dan pakai pickup gratis agar tidak ada biaya tambahan ke gerai.
Promo ongkir jadi lebih ringan dengan SIMASRIM
- Diskon ongkir hingga 25% untuk COD maupun non-COD.
- Bandingkan tarif 8 ekspedisi untuk setiap paket.
- Pickup gratis tanpa minimum paket.
Baca juga cara menentukan harga jual atau mulai di halaman seller.